Disebut Muhammadiyah, Paus Yohanes Paulus II Sujud

SEKRETARIS Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs. H. Goodwill Zubair mengatakan pada saat pertemuan 150 tokoh agama seluruh dunia berkumpul di Vatikan, Uskup Roma, dan Kepala Gereja Katolik Roma Paus Yohanes Paulus II sujud di kursi roda pada saat Muhammadiyah memperkenalkan diri di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Goodwill bersongkok

Goodwill bersongkok

Tentunya, peristiwa ini membuat peserta yang lain heran. Sebab, Paus tidak sujud pada tokoh agama yang lain. Padahal Muhammadiyah pada saat itu mendapat giliran nomor 37 untuk memperkenalkan diri.
Setelah selesai sujud di atas kursi roda dengan menggunakan tujuh bahasa yakni bahasa Inggris, Arab, Jerman, Prancis, Italia, Belanda dan Polandia mengatakan tentunya anda heran mengapa pada saat disebut Muhammadiyah, ia sujud. ‘’Saya kagum dengan perkembangan Muhammadiyah,’’ jelasnya pada acara peletakan batu pertama Lembaga Pengembangan Bahasa Arab di Gedung Muhammadiyah – Batu Aji- Batam.
Ada dua hal, kata Paus, yang membuat Muhammadiyah dikagumi. Pertama, Muhammadiyah konsisten terhadap gerakan amar makruf nahi munkar. Pada saat Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, AR Fachruddin, Muhammadiyah secara resmi mengirim surat kepada Paus. Isinya, tentang ajakan untuk mengucap dua kalimat syahadat. ‘’Apakah, Muhammadiyah tidak tahu kalau saya dalah pemimpin nomor satu umat Katolik? Tentu jelas tahu,’’ ujarnya.

Paus Yohanes Paulus II

Paus Yohanes Paulus II

Yang kedua, katanya, yang dapat menyaingi kegiatan dan amal kemanusiaan kemasyarakatan umat Katolik hanya pergerakan Muhammadiyah.’’Saya telah mengunjungi Timor-timur (yang pada saat itu masih bergabung dengan Indonesia, red), Jogjakarta dan Medan. Dan saya mendapat laporan bahwa hanya pergerakan Muhammadiyalah yang dapat menandingi katolik,’’ jelasnya.
Dengan demikian, jelas Goodwill, perkembangan Muhammadiyah ternyata ‘’disegani oleh kawan dan ditakuti oleh lawan.’’ Untuk menjaga hal itu, maka pengurus dan warga Muhammadiyah harus tetap memegang teguh amanah yang diberikan oleh masyarakat.
Goodwill mengatakan, pada saat menteri agama dijabat oleh Munawir Zalzali terdapat tiga Organisasi Islam di Indonesia yang diberi bantuan sejumlah Rp2 miliar dengan kegunaan pembangunan masjid dan sekolah.
Setelah beberapa bulan, Munawir mengkontrol perkembangan bantuan yang diberikan. Pada organisasi pertama, Sekolah sudah siap dan beroperasi. Pembangunan Masjid sudah siap namun hanya tempat wudhunya saja yang belum siap. Pada organisasi kedua, baik Masjid maupun Sekolah belum siap. Sedangkan pada organisasi ketiga hanya terdapat sepuluh ribu bata. ‘’Dan Muhammadiyah adalah organisasi yang pertama tersebut,’’ ujar Goodwill. (***)

About these ads

4 Tanggapan

  1. Info bagus sobat…keep posting^

  2. really? hehe. asal jangan asal omong aja sodara. haha. HIDUP.

  3. subhanallah, boleh minta sumber beritanya dari mana?

  4. salam saudara, mungkin agak lewat saya menemukan hal ini pope dan muhammadiyyah.apa pun ia info menarik dan kagum difikirkan. terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: