Kehalalan Produk BreadTalk

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan rilis yang meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai kehalalan dari toko roti BreadTalk. MUI merilis, sejak tahun 2007, perusahaan roti milik hairstylist Jhonny Andrean ini belum lagi memperpanjang sertifikasi kehalalannya.

Selain BreadTalk, pada tahun 2005 MUI juga mengeluarkan pernyataan ketidakhalalan produk lainnya yakni Hoka-Hoka Bento dan Bintang Zero Alcohol.

Saat itu, Sekretaris MUI Din Syamsudin didampingi Ketua LP POM MUI Girinda menyatakan BreadTalk dan Hoka-Hoka Bento belum mendapatkan sertifikat halal.

Sedangkan Bintang Zero dalam iklannya menyebutkan 0% alkohol. ’’Padahal setelah diteliti barang tersebut tetap mengandung khamar. Jadi hukumnya tetap haram,’’ paparnya.

Din menyesalkan trik-trik iklan yang menyatakan bintang zero mengandung nol persen alkohol. Sehingga MUI bertanggung jawab untuk meluruskan hal ini.

Sekretaris LPPOM MUI Muhammad Zein yang dihubungi terpisah mengatakan LPPOM MUI telah memperingatkan manajemen BreadTalk berkenaan dengan belum diperpanjangnya sertifikat halal produk BreadTalk. Padahal sebelumnya LPPOM MUI telah melayangkan surat agar segera dites kehalalan produknya oleh MUI.

Tidak Cukup Non Babi

 Tina menegaskan, sejak lima tahun membuka gerai Bread Talk di Indonesia, manajemennya tidak pernah melanggar aturan kehalalan MUI. “Yang sedang dipermasalahkan MUI ini hanya soal legal kertas, tapi secara komitmen kami jamin kehalalannya,” imbuhnya.

Sebelumnya Promotion Manager BreadTalk Indonesia Gita Herdi membantah produk olahannya mengandung unsur babi. Meskipun ditempat asalnya, Singapura produk BreadTalk banyak mengandung unsur babi.

Gita menambahkan semua produk BreadTalk yang di Singapura mengandung unsur Babi diganti dengan daging yang halal. Pengelolaannya pun tak sedikit pun yang menggunakan lemak babi untuk mempersedap masakannya.

Gita mengakui selama ini BreadTalk belum mengajukan sertifikasi halal ke MUI. Tapi, kata Gita, semua yang menangani pengelolaan BreadTalk beragama Islam dan mengetahui masalah halal dan haram.

Menanggapi hal ini, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam Imbalo Iman Sakti mengatakan permasalahan keharaman suatu produk dalam makanan tidak cukup hanya tak ada unsur babi.

Banyak lagi unsur-unsur bahan makanan yang diharamkan agama Islam. Diantaranya adalah rum atau bahan pengembang lainnya yang mengandung unsur alkohol.

Sebelumnya, pemilik Audya Seow Cake & Bakery Shop, Belia Van Sarbinas mengatakan banyak masyarakat Batam yang masih menggunakan rum untuk pembuatan kue seperti black forest.

Padahal, ia telah menyarankan kepada pelanggan untuk menggunakan bahan pengganti yang telah bersertifikat halal. “Namun mereka masih ngotot untuk menggunakan bahan yang menggunakan rum untuk bahan kuenya. Sehingga kue yang dibuat tersebut otomatis menjadi haram untuk dikonsumsi,” paparnya.

Sementara itu, Ketua LP POM MUI, Dr Ir Muhammad Nadratuzzaman Hosen atau akrab disapa Nadra mengatakan proses untuk mengecek kehalalannya bukan hanya dapat dilakukan dengan peralatan laboratorium semata.

’’Alat laboratorium penting, namun bukan segalanya,’’ ujar alumni universitas di Australia ini.

Pengecekan, katanya, dilakukan dengan cara membuat listing atau daftar barang dan cara perolehannya melalui hulu dan hilir.

Dengan demikian kita selaku muslim harus lebih perhatian tentang masalah kehalalan suatu produk. Bisa jadi krisis yang berkepanjangan di negara kita disebabkan doa kita belum terkabul karena tidak makan makanan halalan thoyiban. (***)

 

 

About these ads

4 Tanggapan

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/kesehatan/kehalalan_produk_breadtalk/

  2. perpanjang dong supaya konsument yakin produk yang ditawarkan haal kan tokonya ramai

    mustiko

  3. Spertinya mustahil klo sekelas bread talk ga punya duit buat ngurus sertifikasi halal. Pasti ada sesuatu.

  4. Kalau yakin halal kenapa tidak/takut memperpanjang sertifikat halal-nya.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: